Menteri Darmin Janji Pemerintah Lebih Banyak Gandeng Swasta

Laporan Wartawan BeritaBaru.website, Apfia Tioconny
Billy

BeritaBaru.website, JAKARTA – Menteri Koordinator
bidang Perekonomian Darmin Nasution ikut menanggapi
keluhan Ikatan Kamar
Dagang dan Industri (Kadin)
mengenai Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang terlalu menguasai sektor usaha di Indonesia.

Menurut Darmin, pemerintah akan mencarikan cara agar pihak
swasta juga ikut terlibat dalam berbagai sektor.

Darmin pun memastikan pihak swasta akan mendapatkan peluang
besar dalam pembangunan negara.

“Esensinya bukan soal merger BUMN, esensinya itu supaya
sekarang anggaran pemerintah, anggaran untuk membangun
infrastruktur, macam-macam itu diberikan peluang yang lebih
besar kepada swasta,” ungkap Darmin saat ditemui di Museum
Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).

Darmin juga mengatakan kedepannya sektor-sektor usaha jangan
terlalu dikuasai pihak BUMN dan anak usahanya.

“Jangan semuanya terlalu banyak dikerjakan BUMN maupun anak
cucu nya,” tutur Darmin.

Sebelumnya Selasa malam (3/10/2017) dalam acara Rapat
Koordinasi Nasional KADIN Indonesia, Ketua Kadin Indonesia
Roslan Roeslani meminta Presiden Joko Widodo
agar lebih banyak bekerjasama dengan pihak swasta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Roslan ke presiden Joko
Widodo yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

“Di banyak kesempatan Pak Presiden sampaikan akan berikan
kesempatan pertama pada pengusaha nasional, kalau gak mampu
baru bumn, tapi kami melihat bahwa pada sat ini kami rasakan
peran bumn telah terlalu jauh,” ungkap Roslan, Selasa
(4/10/2017).

Roslan mengeluhkan jumlah BUMN dan anak usahanya yang terlalu
banyak sangat mengambil porsi dari pihak swasta bahkan Usaha
Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Bumn jumlahnya ada 118, tapi dengan anak cucu cicit hampir
800, dan itu mohon maaf,  mengambil banyak porsi swasta
dan UMKM, karena kita tahu BUMN ada katering, pakaian dibikin
cicitnya mereka, itu kan jatah UMKM. Kami minta bumn kembali ke
core bisnisnya,” ungkap Roslan.

Sementara itu Presiden Jokowi juga siap bekerjasama dengan
pihak swasta baik di pusat maupun di daerah.

“Saya sudah perintahkan kemarin (kepada menteri), yang 800
dimerger. Atau kalau perlu dijual. Ngapain BUMN ngurusin
catering, nyuci baju. Langsung saya tunjuk langsung. Saya
terbiasa blakblakan seperti itu,” tutup Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*